Julio Cesar Benitez Amodeo: Legenda FC Barcelona yang Terlupakan

Laporan: FCBI REGIONAL TARAKAN

Namanya adalah Julio César Benítez Amodeo. Julio César Benítez Amodeo lahir pada tanggal 1 Oktober 1940 di Montevideo, Uruguay. Benitez memulai karir sepak bolanya pada usia 16 tahun, di Racing Club de Montevideo. Kemudian Benitez bermain di Uruguay di divisi utama, pada tahun 1959 ia bermain untuk Real Valladolid dan setahun kemudian pindah ke Real Zaragoza. Bersama dengan Real Zaragoza, dia mampu membuktikan dirinya sebagai pemain hebat.

Inilah salah satu alasan FC Barcelona membelinya pada bulan Agustus 1961. Benitez adalah salah satu bek terbaik Barcelona dijamannya, cules pada saat itu menyebutnya sebagai pemain bertahan yang berkharisma dan elegan. Benitez memilki kekuatan fisik yang kuat, teknik yang baik dalam menghalau bola dan memiliki tendangan yang sangat kuat.

Persaingannya dengan Francisco Gento (Real Madrid), membantu ia mendapatkan apresiasi dari fans Barcelona, di Barcelona Benitez bermain di berbagai posisi. Mulai dari pemain tengah, penyerang dan akhirnya bermain sebagai pemain bertahan. Bahkan ketika ia bermain sebagai pemain bertahan, nalurinya sebagai penyerang yang akan haus gol pun tidak dapat terelakan, Benitez juga salah satu specialist freekick di dalam skuad Barcelona pada saat itu, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Benitez adalah seorang yang memiliki kejujuran tinggi dan memiliki passion dalam bermain. Namun, sikap tempramentalnya dilapangan mengakibatkan ia memiliki permasalahan dengan beberapa wasit di kala itu. Namun pada tanggal 6 April 1968 Benitez meninggal dunia di Barcelona, di umurnya yang masih muda yaitu 27 tahun, beliau meninggal tiga hari sebelum pertandingan penting di Camp Nou melawan sang rival (Real Madrid).

Penyebab kematiannya akibat memakan seafood basi. Ia di vonis oleh dokter penyakit Gastroenteritis, Gastroenteritis adalah kondisi medis yang ditandai dengan peradangan pada saluran pencernaan yang melibatkan lambung dan usus kecil. Sehingga mengakibatkan kombinasi diare, muntah, dan sakit serta
kejang perut. Kematiannya menarik perhatian besar untuk sepak bola Spanyol pada umumnya dan Barcelona pada khususnya, Lebih dari 150.000 penggemar FC Barcelona hadir di pemakamannya di Camp Nou , dua hari sebelum pertandingan.

Dengan memadati Presidential Area di dekat Camp Nou pada saat itu, Para penggemar tersebut mulai memadati Camp Nou dari jam 10 pagi (6 April), hingga keesokan harinya jam 3 sore (7 April). Keramaian ini adalah salah satu demonstrasi terbesar dan memilukan bagi penggemar Barcelona dan Benitez. Benitez dimakamkan di pemakaman Les Corts, dekat Camp Nou pada tanggal 8 April 1968. Namun dari kejadian ini, Federasi Sepakbola Spanyol memutuskan untuk tidak membatalkan pertandingan El Clasico tersebut. Kata-kata terakhir Benitez ‘Ayo teman-teman, ayo kita menang melawan Madrid 2-0’.

Akibat tekanan psikologis dari kematian Benitez, para pemain tidak mampu memenangi laga panas
El Clasico yang dihelat di Camp Nou tim asuhan Artigas (pelatih Barca) hanya mampu bermain imbang 1-1. Namun demikian , pada tanggal 11 Juli 1968 Barcelona mengalahkan Real Madrid di final, dan kemenangan itu didedikasikan untuk mengenang Benitez. Titel juara yg dimenangkan tersebut tetap masuk dalam daftar piala Benitez, sebagai dedikasi dan kontribusi Benitez selama berkostum Barcelona.

Total karir Benitez selama bersama Barcelona (1961-1968) : mencetak 28 gol dari 258 pertandingan, Koleksi tropi Benitez selama bersama Barcelona (1961-1968) :  2 Spanish Cups (1962/63 dan 1967/68), 1 Copa de Ferias (1965/66). Itulah tadi sedikit pembahasan dari @FCBI_Tarakan mengenai legenda Barcelona yang terlupakan. Salah satu legenda yang perlu diingat sepanjang masa.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *