Cerita Dibalik Sejarah Seextuple Barcelona

Laporan: FCBI REGIONAL BALIKPAPAN

Mungkin masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mengetahui apa makna Sextuple. Namun untuk beberapa kalangan seperti pecinta FC Barcelona di seluruh dunia pasti paham sekali dengan makna dari kalimat ini. Sextuple merupakan suatu istilah yang memiliki makna menjadi yang terbaik sebanyak 6 kali atau lebih. Di dalam dunia sepakbola Sextuple merupakan suatu istilah penghargaan yang diberikan kepada suatu klub sepakbola apabila mendapatkan 6 gelar dalam satu musim atau dalam satu tahun.

Hal ini tentu tidak mudah, apalagi gelar tersebut merupakan gelar di kompetisi resmi dibawah naungan asosiasi sepak bola. FC Barcelona merupakan satu-satunya klub yang mendapatkan gelar tersebut dalam sejarah sepak bola. Sextuple bagi Barcelona dimulai pada musim 2008/2009 dengan pergantian pelatih dari Frank Rijkaard menjadi Pep Guardiola. Hal ini menjadi kejutan bagi fans Barcelona, meskipun mampu mengangkat prestasi Barcelona B, hal itu masih dianggap kurang untuk menjadi otak strategi tim utama.

Beberapa faktor lain yang membuat para fans merasa pesimis pada Pep, yakni banyak pemain bintang pada era Frank Rijkaard yang meninggalkan Barca pada musim tersebut, yakni Ronaldinho, Deco, Zambrotta, Dos Santos, Edmilson, Thuram, dan lainnya. Keraguan publik pada Pep semakin bertambah besar ketika pada pertandingan pertama La Liga Barcelona dikalahkan oleh Numancia.

Seiring dengan berjalannya musim 2008/2009, keraguan publik pada Pep perlahan mulai berkurang, terutama ketika Barcelona di bawah asuhan Pep mampu menjadi tim dengan rekor 20 kali tidak terkalahkan. Keraguan publik akhirnya musnah ketika Barca menang di laga El Clasico mengalahkan Real Madrid dengan skor telak 2-6 di Santiago Bernabeu. Kemenangan tersebut sangat terasa istimewa bagi pendukung Barca. Pada pertandingan tersebut Messi pertama kalinya dimainkan sebagai false 9.

Hal ini tentu menjadi sesuatu yang baru bagi Barca di setiap pertandingan selanjutnya. Selain hal tesebut kemenangan besar Barcelona terhadap Real Madrid di El Clasico sangat berpengaruh pada perebutan predikat juara La Liga, yang pada akhirnya Barcelona dapat memastikan dirinya sebagai juara tepat 3 hari sebelum Final Copa Del Rey ketika Real Madrid dikalahkan Villareal. Karena hal tersebut , tentu mental para pemain Barca meningkat, hal itu tidak disia-siakan akhirnya Barca memenangkan Copa Del Rey mengalahkan Athletic Bilbao dengan skor telak 4-1.

Cerita manis Pep bukan hanya di ajang domestik, melainkan juga di ajang Eropa. Meskipun harus memulai dari babak kualifikasi, sempat terseok-seok di babak grup dan kemenangan dramatis atas Chelsea di semifinal. Barca akhirnya dapat kembali ke panggung partai final UCL. Barca dapat mengejutkan publik dengan pelatih baru Pep Guardiola setelah mengalahkan Manchester United dengan skor 2-0 dengan salah satu gol fenomenal Messi melalui kepala yang melewati Van der Sar dari umpan lambung manis Xavi Hernandez. Dengan kemenangan tersebut, Barcelona menyingkirkan 3 finalis liga Inggris di semifinal UCL tersebut yakni, Chelsea, Manchester United dan Arsenal.

Dengan status sebagai juara La Liga, Copa Del Rey dan UCL (Treble Winner). Hal tersebut juga menjadikan Pep sebagai pelatih termuda yang memenangkan UCL bagi Barcelona. Berawal dari keraguan publik pada sang pelatih baru yakni Pep Guardiola akhirnya dapat mempersembahkan 3 gelar bergengsi untuk Barca di akhir musim. Cerita Sextuple di mulai dari treble winners di musim 2008/2009. Di awal musim 2009/2010 Barca membuat publik kaget dengan ditukar tambahnya Eto’o dengan Ibrahimovic dengan harga yang sangat fantastis.

Di musim ini juga Pep lebih sering memainkan pemain muda nya yang di rekrut dari Barcelona B semenjak dia menjadi pelatih, yaitu Sergio Busquets dan Pedro Rodriguez.Dengan Treble Winners di musim 2008/2009, Barcelona berkesempatan untuk mengikuti Super Copa Spanyol, UEFA Super Cup dan FIFA Club World Cup. Hal tersebut sangat dimaksimalkan oleh Barca, di awal musim klub tersebut dapat memborong habis gelar Super Copa Spanyol dan UEFA Super Cup dengan mengalahkan Athletic Bilbao di Super Copa Spanyol dan mengalahkan Shakhtar Donetsk di UEFA Super Cup.

Namun cerita tersebut tidak berhenti disitu, pada tanggal 9 – 19 Desember 2009 Barcelona berada di Uni Emirat Arab untuk bertanding di ajang FIFA Club World Cup. Lagi-lagi Barcelona keluar sebagai pemenang setelah berhasil mengalahkan Atlante Futbol Club (Mexico) 3-1 di semifinal dan Estudiantes (Argentina) di final. Gelar ini sangat bermakna bagi Barcelona, selain sebagai pelepas dahaga karena pada tahun 2007 Barca gagal mendapatkannya, gelar tersebut juga menjadi penutup akhir tahun bagi Barca. Barcelona mengakhiri tahun 2009 dengan 6 gelar bergengsi, yakni La Liga, Copa Del Rey, UCL, Super Copa Spanyol, UEFA Super Cup dan FIFA Club World Cup.

Hal tersebut membuat Barcelona sebagai klub pertama yang dapat melakukan hal tersebut di sepanjang sejarah sepak bola dunia. Di awal tahun 2010, pada penyelenggaraan Ballon D’Or, untuk pertama kalinya dalam sejarah FC Barcelona,ketiga finalis Ballon d'Or berasal dari FC Barcelona, yakni Lionel Messi, Xavi Hernandez dan Andres Iniesta yang pada akhirnya dimenangkan oleh Messi.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *