Derby Catalan, Musuh Sejak Awal

Laporan :FCBI Wajo

Derby Barceloni atau yang lebih dikenal dengan sebutan Derby Catalan adalah laga panas antara Futbol Club Barcelona versus Real Club Deprtivo Espanyol, dua kekuatan besar sepak bola di kota Barcelona, Catalan. Sejatinya di kota Barcelona terdapat lebih dari 80 klub sepak bola, namun FC Barcelona dan RCD Espanyol yang menjadi dua kekuatan besar daratan Catalan tersebut. Meski tak se-hingar bingar Elclasico, Derby Catalan selalu menyajikan duel panas sarat emosi baik bagi pemain, official maupun suporter kedua klub. Hal ini tak lepas dari sejarah panjang bentrokan kedua tim yang dilatar belakangi oleh banyak faktor, diantaranya adalah faktor sosial dan politik.

FC Barcelona berdiri pada tahun 1899, setahun kemudian lahir sebuah klub sepak bola bernama Sociedad Espanola de Futbol Club yang merupakan cikal bakal dari RCD Espanyol. Dimata sebagian besar penggemar kedua klub, FC Barcelona adalah simbol dari bangsa Catalonia yang merupakan penduduk asli Catalan, sementara RCD Espanyol adalah perwakilan dari sebagian penduduk kota Barcelona yang mengaku sebagai bangsa Spanyol yang pindah ke Barcelona saat terjadi perang dunia kedua. Hal ini juga di yakini menjadi salah satu pencetus panasnya laga Derby Catalan khsusnya bagi suporter kedua klub.

Bagi pendukung fanatik FC Barcelona, RCD Espanyol bukanlah klub Catalan meskipun berasal dari Catalan. Mereka menganggap Espanyol adalah adalah klub kerajaan Spanyol yang berada di wilayah mereka. Bukan tanpa sebab, Espanyol memang merupakan salah satu klub yang saat itu diberikan perlindungan oleh kerajaan Spanyol dengan memberikan nama Real di depan nama klub Espanyol dan menggunakan mahkota pada logo klub. Bagi penduduk Catalan yang tidak mengakui bahwa mereka bagian dari kerajaan Spanyol tentu hal ini sangat di anggap tabu. Orang-orang Catalan menilai RCD Espanyol didirikan secara ekslusif oleh penggemar sepak bola Spanyol sebagai klub anti Barcelona yang tidak setuju melihat FC Barcelona sebagai tim orang asing. Para Catalonians juga menganggap bahwa RCD Espanyol merupakan perwakilan provokatif Madrid.

Antara tahun 1923 hingga tahun 1975 adalah masa-masa kelam bagi FC Barcelona. Saat itu kerajaan Spanyol di kendalikan oleh diktator Miguel Primo de Rivera yang kemudian dilanjutkan oleh Fransisco Franco yang diketahui sangat tidak menyukai FC Barcelona yang dijadikan simbol perlawanan oleh bangsa Catalan terhadap bangsa kerjaan Spanyol. Selama masa kediktatoran tersebut, orang-orang Catalan menganggap bahwa Espanyol tunduk pada kerajaan yang menjadi otoritas pusat Spanyol kala itu. Hal ini bersebrangan dengan semangat revolusioner FC Barcelona, salah satunya adalah pada tahun 1960 an ketika FC Barcelona berusaha menyatukan para imigran yang berasal dari daerah-daerah miskin di Spanyol dalam mencari kehidupan yang lebih baik, Espanyol sama sekali tidak mendukung tindakan Barcelona tersebut,

Duel pertama FC Barcelona versus RCD Espanyol terjadi pada 23 Desember 1990 dalam laga persahabatan yang di helat di lapangan Hotel Cassanovas. Tidak ada yang menjadi pemenang dalam laga tersebut, lagi berakhir imbang tanpa gol. Pertempuran sengit yang sebenarnya baru terjadi di ajang Copa Ciudad-La Riva musim 1911/1912. Saat itu, Derby Catalan terjadi dua kali dalam dua hari. Di pertemua pertama, 24 Maret 1912 FC Barcelona takluk dengan 0-1. Keeseokan harinya, FC Barcelona dihancurkan dengan skor telak 0-4. Kekalahan telak FC Barcelona tersebut diyakini bukan tanpa sebab, para pemain EL Barca (Sebutan FC Barcelona) mendapat kekerasan dan teror di sepanjang laga. Bahkan kiper Barcelona harus di tarik keluar lapangan karena menerima pukulan dari pemain Espanyol. Sejak saat itu konflik kedua klub mulai meruncing, tidak hanya bagi pemain namun juga bagi pendukung masing-masing yang sering beradu fisik ketika Derby Catalan digelar.

Derby Catalan di ajang La liga pertama kali terjadi pada musim 1928/29. Laga derby catalan pertama pada musim itu dimainkan di markas Barcelona, Barcelona menang tipis 1-0 kala itu. pada putaran kedua di markas Espanyol, kedua tim berbagi angka dengar skor imbang 1-1. Persaingan Barcelona dan Espanyol tidak hanya terjadi di dalam lapangan, namun juga dalam hal pembangunan stadion. Barcelona membangun stadion Les Corts (cikal bakal Camp Nou) pada 22 Mei 1922, . Tak ingin kalah, kurang dari setahun setelahnya, tepat 18 Februari 1923 Espanyol membangun Estadi de Sarria.

Di era sepak bola modern ketegangan kedua klub masih kerap terjadi, bahkan pada tahun 1986 terjadi aksi penikaman oleh suporter garis keras (ultras) Espanyol terhadap seorang pendukung Barcelona. Kejadian tersebut makin meruncingkan permusuhan khususnya suporter garis keras kedua klub. Keributan dan perkelahian di dalam stadion kerap terjadi. Tercatat pada tahun 2008 di markas Espanyol pernah terjadi kerusuhan besar antara kedua suporter yang berbuntut pada pelarangan kepada Boixos Nois (komunitas suporter garis keras FC Barcelona) untuk masuk ke dalam stadion Camp Nou.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *