15 Momen Terburuk Sepanjang Sejarah Barcelona

Laporan: FCBI Regional Kotawaringin

Ketika mendengar nama FC Barcelona yang teringat di kepala para Cules (sebutan Fans Barcelona) lebih banyak cerita sejarah manis FC Barcelona, padahal tim Ini pernah banyak mengalami beberapa momen-momen sangat buruk yang teratat dalam sejarah Club Katalan ini, berikut beberapa ulasan dari momen-momen terburuk tersebut.
1. Setelah Dibentuk, Barça Hampir Lenyap Pada Tahun 1908
Seperti yang kita ketahui, FC Barcelona didirikan oleh Joan Gamper pada tahun 1899. Pada tahun 1908 ia menjadi presiden klub. Dan sayangnya, club dalam kesulitan keuangan yang parah setelah tidak memenangkan satupun trophy sejak *Campionat de Catalunya pada 1905. Gamper melakukan terobosan, dan salah satu gerakannya untuk membawa klub ke stabilitas keuangan adalah pindah ke stadion pertama Barcelona di Camp de la Industria (14 Maret 1909). Dan dari sinilah lahir istilah “Culés”. *Campionat de Catalunya adalah sebuah kompetisi sepak bola di Catalonia dan liga sepakbola pertama di Spanyol sebelum La Liga didirikan pada tahun 1929.

2. Gamper Mundur dan Stadion Ditutup Setelah Massa Mengejek Lagu Kebangsaan Pada Tahun 1925
Barcelona telah pindah dan bermain di Les Corts Stadium yang berkapasitas 30.000 pada tahun 1920-an (Wikipedia 1922), klub dalam posisi lebih kuat dan menjadi simbol nasional Catalan berkatJoan Gamper di kemudi club. Namun, pada 24 Juni 1925, para fans mencemooh lagu kebangsaan sebagai pesan kepada kediktatoran Miguel Primo de Rivera. Dalam kasus ini, anda tidak tahu bagaimana kediktatoran bekerja: Stadion ditutup selama enam bulan, dan Joan Gamper harus mengundurkan diri sebagai presiden klub, tidak pernah kembali ke posisi lagi. Ironisnya, tanpa Gamper, klub menjadi profesional untuk pertama kalinya pada tahun 1926 dan memenangkan La Liga pertama mereka pada tahun 1929, menambah anggota lebih dari 20.000.
3. Joan Gamper Bunuh Diri; Wall Street Crash Mempengaruhi Club di tahun 1930-an
Terlibat dalam depresi berat karena krisis pribadi dan keuangan, Joan Gamper bunuh diri pada tahun 1930. Dengan itu, Barcelona juga menderita akibat dari efek ‘Wall Street Crash 1929’ dan ekonomi sangat tidak stabil. Menambahkan penghinaan ke luka, The Second Spanish Republic, dipimpin oleh diktator Francisco Franco, membuat konflik politik menaungi kegiatan olahraga di Spanyol. Sifat pembangkangBarcelona membuat beberapa pemain berhenti bermain sepak bola dan berperang melawan militer Franco ketika Perang Saudara Spanyol dimulai pada 1936. Dan ini adalah awal dari sejarah yang sangat suram dalam sejarah Barça. The Wall Street Crash of 1929 adalah peristiwa jatuhnya bursa saham di Amerika Serikat, yang menandai dimulainya sebuah era yang disebut ‘Depresi Besar’.

4. Presiden Club Josep Sunyol Dibunuh Pada 1936

Josep Sunyol adalah salah satu direktur FC Barcelona sejak tahun 1928. Dia juga pendiri Koran radikal La Rambla, yang secara terbuka menyerang Primo de Rivera dan Franco. Dia juga salah satu anggota yang paling terlihat dari “Acció Catalana” dan “Esquerra Republicana de Catalunya,” yang merupakan gerakan politik melawan kediktatoran di Spanyol. Tahun 1935, ia menjadi lebih terlihat ketika menjadi presiden terpilih Barcelona. Pada 6 Agustus 1935 ia ditangkap oleh pasukan Franco dan dieksekusi di Sierra de Guadarrama. Ia menjadi salah satu martir besar dalam sejarah Barcelona.
5. Kantor Club Barcelona Hancur oleh Bom; Pemain Mencari Suaka di Akhir Tahun 1930an
Setelah kematian Josep Sunyol itu, Barcelona melakukan tur Meksiko dan Amerika Serikat sebagai duta dari Spanish Second Republic pada tahun 1937. Tur adalah sebuah kesuksesan bagi klubsecara finansial (dan politik, jelas). Namun tidak begitu banyak, karena hampir setengah tim lari dan mendapat suaka di beberapa negara dan Perancis. Pada 16 Maret 1938 dijatuhkan bom udara di FC Barcelona Social Club mengakibatkan lebih dari 3000 kematian, segalanya menjadi lebih buruk lagi. Kantor Club yang terkena oleh salah satu bomdan jumlah anggota yg turun tiga ribu (17 ribu kurang dari yang apa mereka dapat 10 tahun sebelumnya).

6. Hilangnya Identitas Bendera Catalan dan Nama Non-Spanyol Dilarang pada tahun 1940
Setelah Franco menduduki Catalonia, dia memutuskan untuk membatasi klub sepak bola dengan hanya menggunakan nama dalam bahasa Spanyol. Ditambahkan, ia juga melarang penggunaan”senyera”, Bendera Nasional Catalonia. Oleh karena itu, FC Barcelona berubah menjadi Club de Futbol Barcelona. Lambang juga didesain ulang agar sesuai keinginan Diktator dan kehilangan BenderaCatalan di dalamnya. Namun, karena mulai mematuhi keinginan Franco, klub stabil secara politik dan ekonomi. Tapi, tetap salah satu anti-Franco, dan Les Corts adalah salah satu dari sedikit tempat di Barcelona yangpara penggemar benar-benar bisa mengekspresikan diri mereka secara bebas. Kebijakan olahraga, klub memenangi tiga Liga (yang mereka tidak menangkan sejak 1929, jika anda tetap menghitung), satu Piala Spanyol (Copa del Rey), dan dua Piala Eva Duarte.
7. Di Stefano Bergabung dengan Madrid Ketika Barcelona Mendominasi pada 1950-an
Mulai tahun 1950 Barcelona mendominasi dan memenangkan gelar, sesuatu yangg klub belum pernah dapatkan sebelumnya, berkat Ladislao Kubala. Pada tahun 1953, Di Stefano didatangkan untuk Barcelona, dan entah bagaimana, dia berakhir di Real Madrid sebagai gantinya. Rincian transfer sangat rumit untuk dikatakan, dan ada banyak versi yang menyatakan bahwa Franco memiliki banyak hubungan dengan ia akhirnya bermain di Madrid. Meskipun sebagian besarbelum terbukti, tidak sulit untuk membayangkan bagaimana itu mungkin telah dimainkan.
8. Barcelona Kalah di Final European Cup Melawan Benfica pada tahun 1961
European Cup 1960/61 menjadi hal yang pahit untuk Barcelona. Mereka menjadi klub pertama yang mengalahkan Real Madrid di kompetisi dengan agregat 4-3. Namun, mereka kalah 3-2 di finaldengan klub Portugal Benfica.

9. Barça Kalah di European Cup Melawan Steaua Bucaresti di Sevilla tahun 1986

Tak ada yang benar-benar bencana yang terjadi dari tahun 60-an sampai tahun 1986. Dan itu karena Barcelona akan kehilangan trophy Eropa yg lain Terry Venables Eropa di kemudi dan BerndSchuster sebagai bintang utamanya. Kali ini Barça dikalah kan tim Rumania, Steaua Bucaresti dalam adu penalti di Sevilla. Barça tidak mencetak gol penalty sama sekali keluar dari empat percobaandan Steaua berhasil mengambil 2 penalti.
10. Cruyff Gagal di Final European Cup Melawan Milan, Mundur dari Barça tahun 1996
Lagi-lagi gagal mendapatkan European Cup. Dream team 1992 dihajar 4-0 oleh Milan di Athena yg diarmadai oleh Fabio Capello. Tapi setidaknya Cruyff telah memenangkan gelar Liga Champions pertama bagi Barcelona pada tahun 1992 (1-0 vs Sampdoria, goal by header of Ronald Koeman). Akibat kekalahan tersebut, ia mulai menghitung mundur masanya di Barcelona, ditambah adanya masalah dengan Nuñez ia memutuskan untuk mundur di tahun 1996.
11. Dimulainya Era Joan Gaspart Tahun 2000
Pria ini adalah alasan mengapa masa kecil saya (penulis) sebagai penggemar Barcelona tidak begitu menyenangkan seperti yang seharusnya. Kita sudah sampai ke era Joan Gaspart yang mengerikan.

12. Gaspart Menjual Luis Figo ke Real Madrid Tahun 2000

Luis Figo adalah seorang idola di Camp Nou. Beberapa bulan sebelumnya, ia telah mengucapkan sumpah kesetiaannya terhadap Barcelona. Dan kemudian Gaspart menjual winger asal Portugal.Tidak semua kesalahan pada dirinya, Figo memang memiliki bagian atas transfer tersebut. Tapi tanpa Gaspart, ini tidak akan terjadi.
13. Gaspart Mengelola Tim dengan Buruk; Tidak Memenangkan Satupun Gelar dari 2000-2003
Tidak ada gelar pada tahun 2000-2003 ketika anda memiliki Rivaldo dalam tim dan mendapat uang dari trasnfer Figo. Berikut beberapa pemain yang dibawa oleh Gaspart, hanya untuk ‘tertawa’ : Marc Overmars, Emmanuel Petit, Dutruel, Alfonso, Gerard Lopez, Ivan de la Peña, Saviola, Rochemback, Geovanni,Christanval, Bonano, Coco, Riquelme, Sorin dan Mendieta. Ia mengundurkan diri pada tahun 2003, ketika Joan Laporta datang dengan Ronaldinho, Rijkaard dan perusahaan.
14. Ronaldinho Mulai Malas; Rijkaard Meninggalkan Barcelona Tanpa Gelar di tahun 2007 dan 2008
Setelah memenangkan Liga Champions 2006, Barcelona tampaknya siap untuk mendominasi selama beberapa tahun, karena mereka memiliki Ronaldinho dalam barisan. Pada tahun 2007, Dinho mulai menunjukkan tanda-tanda melambat, saat Barcelona gagal memenangkan apapun, dan pada tahun 2008, superstar Brasil hanya mampu membawa Barça di urutan ketiga La Liga dan harus tunduk oleh Madrid di “el pasillo” dengan score 4-1. Dia dijual dimusim panas yang sama, dan pelatih Frank Rijkaard pergi dari Barça.

15. Samuel Eto’o Tidak Mundur dan Ditukar untuk Ibrahimovich Pada 2009

Samuel Eto’o mencetak 36 gol untuk Barcelona di musim 2008/2009, termasuk satu gol difinal UCL melawan Manchester United. Dengan satu tahun tersisa di kontraknya, ia meminta Joan Laporta meningkatkan gaji untuk mencocokkan dg Lionel Messi. Laporta, tidak ingin mengganggu struktur gaji Barça, memutuskan untuk tidak memberinya kenaikan gaji, dan memasukkan Eto’o dalam kesepakatan seharga €42 juta ditambah striker Kamerun itu untuk transfer striker Inter Ibrahimovic senilai €62 juta. Semusim kemudian, ketika Eto’o masih mencetak gol, Zlatan dijual ke AC Milansebesar € 24 juta, dan Barcelona membeli striker Valencia David Villa sebesar € 40 juta. CMIIW, tapi Barcelona telah menghabiskan hampir €60 juta (tidak termasuk gaji) untuk menggantikan Singa Tak Terkalahkan (dan tanpa bisa sepenuhnya melakukan itu sebelumnya).(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *